Chat Box

Superhero Ketika Pensiun

Wonder Woman


Batman


Robin


Plasticman


Green Lantern


Spyro


Superman


Spiderman


Catwoman


Thing


Flash


Aquaman


Hulk

Read More "Superhero Ketika Pensiun"

10 Stadion termahal di Dunia

Dalamdunia olahraga, stadion adalah unsur yang sangat penting. Karenasemakin besar stadionya, maka akan semakin banyak pula penontonya danjuga makin meriah pertandinganya. Terlebih lagi jika stadion itumenjadi home base tim terkenal, maka bisa dipastikan akan membutuhkanbanyak kursi untuk menampung penonton yang membludak. Jadi tak heranjika banyak tim-tim terkenal membangun stadion yang besar dan luas agardapat menampung supporter mereka saat pertandingan berlangsung.

Beberapatim atau klub bahkan sampai mengeluarkan uang hingga beratus-ratusmiliar hanya demi membangun stadion yang besar dan megah. Mereka taksegan-segan mengeluarkan banyak uang demi membangun stadion yang besardan megah, karena dengan stadion yang besar, akan bisa menampung banyakpenonton sehingga secara tidak langsung juga akan memberikan dampahyang positif bagi klub baik dari segi teknis maupun segi keuangan.

Dandi bawah ini kami berikan daftar 10 stadion termahal di dunia. Daftardi bawah ini dibuat berdasarkan banyaknya dana yang digunakan untukbiaya pembangunan stadion tersebut secara keseluruhan. Dan sayategaskan, Stadion yang ada di daftar ini bukan hanya stadion sepakbola, melainkan ada juga stadion tenis, rugby dan lain-lain.

Berikut adalah daftar 10 stadion termahal di Dunia :
1
1. Wembley Stadium / London, England / $1.5 billion
2
2. Olympic Stadium / Montreal, Canada / $1.4 billion
3
3. Madison Square Garden / New York, USA / $1.1 billion
4
4. Stade de France / Paris, France / $974 million
5
5. Rogers Centre / Toronto, Canada / $930 million
6
6. The Emirates Stadium / London, England / $770 million
7
7. Soldier Field / Chicago, USA / $714 million
8
8. Safeco Field / Seattle, USA / $656 million
2440386162_097af0048b
9. Lucas Oil Stadium / Indianapolis, USA / $675 million
10
10. ANZ Stadium / Sydney Australia / $624 million
Read More "10 Stadion termahal di Dunia"

Di Desa Pengotan, Hamil di Luar Nikah Didenda Rp 40 Ribu per Hari


Menikah bukan sekadar urusan menyatukan dua manusia yang saling mencinta. Ada makna yang lebih luas lagi, seperti kemauan berbagi beban hidup dan menyatukan dua atau lebih keluarga. Di Desa Pengotan, Kabupaten Bangli, Bali, kedua makna pernikahan itu lebih kental terasa.

Tradisi pernikahan di Desa Pengotan memiliki dua keunikan. Pertama, pernikahan hanya boleh dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun berdasarkan kalender Hindu. Pernikahan dilakukan pada sasih kapat (bulan keempat) dan sasih kedasa (bulan kesepuluh) atau dalam kalender Masehi sekitar bulan September-Oktober dan Februari-Maret.

Kedua, karena hanya berlangsung dua kali dalam satu tahun, pernikahan selalu dilaksanakan secara massal. Dalam satu kali upacara pernikahan, bisa ada 70 pasang atau sedikitnya hanya 5 pasang pengantin.

Oleh karena itu, setiap kali ada upacara pernikahan massal, suasana di Desa Pengotan mendadak ramai, seperti yang terjadi hari Jumat (18/2/2011) siang. Warga dari luar desa juga berbondong-bondong ingin melihat keunikan pernikahan itu.

Pernikahan pada siang itu melibatkan 20 pasang pengantin yang merupakan penduduk asli Desa Pengotan. ”Sebenarnya orang dari daerah lain atau kepercayaan lain yang menikah dengan penduduk Desa Pengotan boleh menikah dengan tradisi ini,” kata tokoh Desa Pengotan, Wayan Kopok.

Rangkaian upacara pernikahan itu total berlangsung selama enam hari. Tiga hari sebelum upacara puncak pada Jumat siang itu, setiap pasang pengantin menghaturkan canang sedah berupa sesaji kepada pemimpin adat desa. Ritual itu menyimbolkan kesungguhan pengantin yang akan melakukan pernikahan.

Setelah upacara pernikahan berlangsung, pengantin pria dan perempuan masih melakukan ritual pebratan. Selama tiga hari setelah pernikahan, setiap pengantin tidak boleh keluar dari pekarangan rumah. Mereka pun memanfaatkan waktu untuk menerima tamu yang ingin mengucapkan selamat.

Ritual puncak

Pada hari puncak pernikahan, sekitar pukul 10.00 Wita, Pura Penataran Agung Pengotan yang menjadi tempat pusat kegiatan acara pernikahan mulai ramai. Para peduluan atau petugas pura mulai menata sesaji.

Sapi merupakan persembahan pokok dalam upacara itu. ”Dulu setiap pasang pengantin wajib menyerahkan satu ekor sapi. Sekarang cukup satu ekor sapi untuk semua pasangan,” kata Kopok. Perubahan itu dilakukan supaya tidak memberatkan pengantin. Jika satu ekor sapi Rp 4 juta, maka setiap pasangan hanya membayar sekitar Rp 200.000.

Selain sapi, ada pula sesaji lain yang disiapkan, seperti nasi, daging ayam, dan buah-buahan. Semua sesaji itu sudah harus tertata rapi sebelum para pengantin dipanggil masuk ke dalam pura. Setiap pasangan yang memakai baju adat berupa kain songket khas Bali diarak satu per satu menuju ke pura.

Di luar pura, para pengantin mengikuti ritual pembersihan diri atau pebiak kalan. Pembersihan diri juga dilakukan di dalam pura oleh para pendeta dan sekaligus menjadi ritual inti pernikahan massal ini.

Pura tampak penuh sesak selama prosesi pernikahan berlangsung. Siapa pun yang ingin menyaksikan pernikahan ini harus memakai pakaian adat Bali. Pria memakai kain kamben dan udeng, sementara kaum perempuan memakai kain kamben dan kebaya. Perempuan yang sedang datang bulan tidak boleh masuk pura.

Sebelum pulang ke rumah, para pengantin harus melakukan ritual di setiap pura di desa itu yang berjumlah 13 pura. Para pengantin pun tampak hilir mudik berjalan kaki di jalan desa dengan diantar anggota keluarga mereka. Proses itu membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.

Sesampainya di rumah adat, setiap pasangan pengantin saling menyuapi makanan sebagai simbol untuk saling menghidupi. Prosesi itu diiringi kidung berbahasa Bali yang dinyanyikan tetua desa.

”Setelah pebratan selesai, kami akan pindah ke rumah kami sendiri,” kata salah seorang pengantin pria, Wayan Dayuh (36). Prosesi pernikahan dan pebratan itu berlangsung di rumah adat. Di Desa Pengotan, permukiman warga mirip sistem kluster. Setiap kluster yang terdiri dari beberapa unit rumah dihuni oleh satu keluarga besar dan di dalamnya terdapat satu rumah adat.

Kearifan lokal

Salah seorang warga Desa Pengotan, Made Paksa (36), menjalani ritual pernikahan massal itu pada tahun 1989 bersama empat pasang pengantin lainnya. ”Hampir semua prosesi upacara nikah masih asli, sampai sekarang tidak banyak berubah,” katanya.

Para pemimpin di desa itu pun berusaha keras melestarikan tradisi satu-satunya di Bali ini karena pernikahan massal ini mengandung nilai-nilai yang positif. Salah satunya adalah pemberian denda bagi pengantin perempuan yang hamil di luar pernikahan. Mereka akan didenda Rp 40.000 per bulan hingga pernikahan massal itu berlangsung.

Sanksi adat berupa denda juga berlaku bagi warga Desa Pengotan yang menikah dengan tradisi lain. Sanksi itu akan ditentukan oleh para pemimpin desa.

Meski unik, pemimpin desa tidak berambisi menjadikan ritual ini sebagai daya tarik wisata utama. ”Yang penting tradisi ini tetap bertahan,” kata Kopok.

Bagi Desa Pengotan yang dihuni 699 keluarga dan sebagian besar di antaranya bekerja sebagai petani, pernikahan massal itu cukup meringankan beban warga. Keluarga setiap pasangan pengantin pun menjadi lebih akrab karena banyak hal yang ditanggung bersama. Kearifan lokal itulah yang perlu dilestarikan. (kompas.com)

sumber
Read More "Di Desa Pengotan, Hamil di Luar Nikah Didenda Rp 40 Ribu per Hari"

Hasil Survei: Karyawan Google Bergaji Paling Tinggi

Hasil Survei: Karyawan Google Bergaji Paling Tinggi
Jika ingin mendapatkan gaji tinggi, mungkin saatnya melamar di Google. Pasalnya, dalam sebuah survei yang dilansir, Jumat (10/6/2011), sedikitnya 26 ribu karyawan Google memiliki rata-rata gaji 141 ribu dollar AS per tahun (Rp 1,2 miliar) jika dibandingkan dengan karyawan yang ada di Inggris yang hanya berkisar 21 ribu poundsterling atau sekitar Rp 219 juta per tahun.

Google, yang memberikan sarapan, makan siang, pijat, dan sejumlah fasilitas lainnya secara gratis, membayar gaji 23 persen lebih tinggi dibanding perusahaan lain yang bergerak di bidang sejenis. Hasil survei ini dikeluarkan PayScale.

Januari lalu, Google memberikan bonus 1.000 dollar AS bebas pajak serta kenaikan gaji 10 persen untuk mencegah karyawannya lari ke sejumlah rivalnya seperti Facebook.

Al Lee, Direktur Analis Kuantitatf PayScale mengeluarkan alasan. "Tidak hanya banyak dari sejumlah perusahaan besar yang membayar karyawanya mencapai angka enam digit namun kebanyakan mereka memberikan gaji hingga 23 persen di atas rata-rata perusahaan bergerak di bidang teknologi," katanya. sumber
Read More "Hasil Survei: Karyawan Google Bergaji Paling Tinggi"

Fakta Ilmiah Mengapa Gajah Takut Semut

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDXeXwvp90v47ZpSaCBucUyD79hUqXXITSg4PRK6-yUdHO2VbYEk_wltZbhUi2U2mgPjDv-IdRGVDbjW0wJGrVeUcrQfrlqfPwo9cYgBIm-8LS1I-Z7Ed-KLO7d2ya0vM8ZMmjRcOm2_Q/s320/gajahsemut.jpegSahabat, benarkah gajah takut dengan semut ketimbang tikus?
Demikian pertanyaan menggelitik yang memancing peneliti menelusuri kebenaran itu. Menurut cerita versi kartun Disney, gajah takut tikus karena hewan pengerat itu meneror hati sang gajah.

Namun, sebenarnya musuh utama gajah lebih kecil dari tikus, yakni semut. Gajah ternyata sangat ngeri dengan semut he ...he.....

Berdasar kisah di savana Afrika, semut berhasil menakuti gajah dengan memasuki belalai mereka yang sensisitif. Ini berawal dari temuan berupa koloni semut pengawal yang menduduki tanaman guna mencegah terinjak oleh gajah.

Dr Todd Palmer, Kepala Pusat Riset Mpala, Kenya dan Universitas Florida cerita gajah dan semut ibarat legenda Daud dan Goliath. Menurut dia, semut berhasil menakuti gajah dengan menduduki pohon.

Berkat itu pula, semut turut mempengaruhi ekosistem dimana mereka tinggal."Koloni semut memiliki berat masing-masing 5 mg. Dengan berat koloni seperti itu membuat pohon terlindungi dari binatang berukuran satu milyar lebih berat. "Ini merupakan salah satu contoh bagaiaman hal-hal kecil mempengaruhi dunia," kata dia seperti dikutip dari Dailymail, Jum'at (3/9).

Ketakutan gajah dengan tikus telah lama menjadi kisah utama serial Dumbo, kartun klasik Disney era 1940-an. Seiring sejalan, para pakar mempertanyakan kebenaran ketakutan gajah terhadap tikus.

Sedangkan cerita ketakutan gajah dan semut berawal dari riset yang dilakukan Palmer dan koleganya ketika keduanya melihat beberapa ekor gajah berlari menghindari pohon Akasia. Ketakutan gajah yang disaksikan Palmer saat itu ibarat anak-anak yang lari ketika disodori sayuran hijau brokoli.

"Sepertinya gajah tidak menyukai gerombolan semut masuk ke dalam belalainya. Perlu anda tahu, belalai gajah merupakan organ yang luar biasa. Namun, gajah tak berani menggunakan belalainya untuk menghancurkan koloni semut," ujarnya.

Berangkat dari temuan itu, Palmer menyimpulkan koloni semut telah membantu mencegah penggundulan hutan dan melindungi tanaman langka di Afrika."Masalah utama hutan di Afrika Timur adalah perusakan yang dilakukan gajah, Karena itu pula gajah banyak diburu dan dibunuh," ujarnya.

sumber
Read More "Fakta Ilmiah Mengapa Gajah Takut Semut"